| Text Bahasa Inggris | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|
| Speaking Topic: Sharing | Speaking Topic: Berbagi |
| 1. Have you shared anything with others recently? | 1. Apakah kamu berbagi sesuatu dengan orang lain baru-baru ini? |
| Yes! Actually, I got a box of 6 bottles of red wine as a gift recently. Since I cannot consume all of that, I’ve shared 3 bottles with my friends, as red wine is a luxury here in Asia. I enjoy sharing alcohol with people, as it’s something that puts you in a good mood! | Ya! Sebenarnya, aku mendapat sekotak 6 botol anggur merah sebagai hadiah baru-baru ini. Karena aku tidak bisa menghabiskan semuanya, aku sudah berbagi 3 botol dengan teman-temanku, karena anggur merah merupakan barang mewah di sini, di Asia. Aku senang berbagi minuman keras dengan orang-orang, karena itu adalah sesuatu yang membuatmu dalam suasana hati yang baik! |
| 2. What do you like to share? | 2. Apa yang kamu suka berbagi? |
| That’s an interesting question. I’m a pretty generous person, so I’m happy to share most of my things. However, I particularly enjoy sharing my food with others. I feel that food is one basic thing that undoubtedly makes everyone happy. It’s a win-win (always a benefit) situation. | Itu pertanyaan yang menarik. Aku orang yang cukup murah hati, jadi aku senang berbagi sebagian besar barang-barangku. Namun, aku sangat senang berbagi makanan dengan orang lain. Aku merasa bahwa makanan adalah salah satu hal mendasar yang pasti membuat semua orang bahagia. Itu adalah situasi yang menguntungkan bagi semua pihak (selalu mendapat keuntungan). |
| 3. What kinds of things are not suitable for sharing? | 3. Apa jenis hal yang tidak cocok untuk dibagikan? |
| Well, for me, I’m extremely petite (small), so it’s difficult for me to share clothes with my friends. It’s quite a task for me to find clothes my size, so I don’t like to risk others stretching them out (to make bigger). Furthermore, I think it’s unsanitary to share certain items, like a toothbrush or a toothpick. | Yah, bagiku, aku sangat mungil (kecil), jadi sulit bagiku untuk berbagi pakaian dengan teman-temanku. Cukup sulit bagiku untuk menemukan pakaian yang sesuai dengan ukuran ku, jadi aku tidak suka mengambil risiko orang lain meregangkannya (untuk membuatnya lebih besar). Selain itu, aku pikir tidak sehat untuk berbagi barang-barang tertentu, seperti sikat gigi atau tusuk gigi. |
| 4. Did your parents teach you to share when you were a child? | 4. Apakah orang tuamu mengajarkanmu untuk berbagi ketika kamu masih kecil? |
| Of course! Actually, since I’m one of 7 children, sharing was unavoidable. After one child grew bigger, we always shared their hand-me-downs (secondhand clothing). Furthermore, during a meal, we each started with a small portion to make sure everyone got enough, then would go back for seconds (second portion of food) | Tentu! Sebenarnya, karena aku adalah satu dari 7 anak, berbagi itu tidak bisa dihindari. Setelah salah satu anak tumbuh lebih besar, kami selalu berbagi baju bekas mereka (pakaian bekas). Selain itu, selama makan, kami masing-masing memulai dengan porsi kecil untuk memastikan semua orang mendapatkan cukup, kemudian akan kembali untuk porsi kedua (porsi kedua makanan) |
Beranda
› Uncategorized