Speaking Part 3: Work in Foreign Countries

Bahasa InggrisBahasa Indonesia
Topic : Work in Foreign CountriesTopik: Bekerja di Luar Negeri
Speaking Part 2: Describe a job you would like to do in a foreign country for a short period of timeBagian Berbicara 2: Jelaskan pekerjaan yang ingin Anda lakukan di negara asing untuk jangka waktu pendek
What kind of work can young people do in foreign countries?Pekerjaan apa yang dapat dilakukan kaum muda di negara asing?
Well, I suppose that any job can be done abroad, as long as the person has enough experience, specific knowledge and can communicate in a foreign language.Yah, saya kira pekerjaan apa pun bisa dilakukan di luar negeri, selama orang tersebut memiliki cukup pengalaman, pengetahuan khusus, dan dapat berkomunikasi dalam bahasa asing.
Particularly in Vietnam, manicurists are among the most common jobs among the young who decide to work overseas. I guess the reason is because this job doesn’t require any academic knowledge or special skills. People may only have to take a short vocational training before doing the job. The pay they receive is pretty high as well because there is always a high demand for beauty in some European countries but they lack skilled workers.Khususnya di Vietnam, manicurist adalah salah satu pekerjaan yang paling umum di kalangan kaum muda yang memutuskan untuk bekerja di luar negeri. Saya kira alasannya adalah karena pekerjaan ini tidak memerlukan pengetahuan akademis atau keterampilan khusus. Orang mungkin hanya perlu mengikuti pelatihan vokasional singkat sebelum melakukan pekerjaan tersebut. Gaji yang mereka terima juga cukup tinggi karena selalu ada permintaan tinggi untuk kecantikan di beberapa negara Eropa, tetapi mereka kekurangan pekerja terampil.
2. Is it good for young people to have the experience of living in other countries?2. Apakah baik bagi kaum muda untuk memiliki pengalaman tinggal di negara lain?
I think yes. Living abroad allows people to not only acquire a wealth of knowledge but also cultivate more soft skills. I mean, they can get the opportunity to explore and immerse themselves in a new culture or to meet people from all over the world. People living overseas can also boost their confidence and learn to become independent. You know, in unfamiliar surroundings, everyone is forced to adapt quickly and that is when they are pushed out of their comfort zone. Those are only some of the perks I can think of, not to mention the chance to be fluent in a foreign language.Saya pikir ya. Tinggal di luar negeri memungkinkan orang tidak hanya untuk memperoleh banyak pengetahuan tetapi juga untuk mengembangkan lebih banyak soft skills. Maksud saya, mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi dan membenamkan diri dalam budaya baru atau untuk bertemu orang-orang dari seluruh dunia. Orang yang tinggal di luar negeri juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan belajar untuk menjadi mandiri. Anda tahu, di lingkungan yang tidak dikenal, semua orang dipaksa untuk beradaptasi dengan cepat dan saat itulah mereka didorong keluar dari zona nyaman mereka. Itu hanya beberapa keuntungan yang dapat saya pikirkan, belum lagi kesempatan untuk fasih berbahasa asing.
Why are some people unwilling to work in other countries?Mengapa beberapa orang enggan bekerja di negara lain?
To my knowledge, there are many reasons for this. One of those is obviously the language barrier. You know, not being able to communicate in the foreign language will definitely prevent people from performing the task well at work since they can’t understand and express ideas. What’s more, some people may struggle to get used to such a new environment with so many differences. That’s what we normally called cultural shock. On top of that, high cost of living is another factor which makes people reluctant to settle in a foreign country. You see, they must work really hard to make ends meet, otherwise, the financial burden will increase gradually.Setahu saya, ada banyak alasan untuk ini. Salah satunya adalah penghalang bahasa. Anda tahu, ketidakmampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa asing pasti akan mencegah orang untuk melakukan tugas dengan baik di tempat kerja karena mereka tidak dapat memahami dan mengekspresikan ide. Terlebih lagi, beberapa orang mungkin kesulitan untuk membiasakan diri dengan lingkungan baru seperti itu dengan begitu banyak perbedaan. Itulah yang biasanya kita sebut shock budaya. Selain itu, biaya hidup yang tinggi adalah faktor lain yang membuat orang enggan menetap di negara asing. Anda lihat, mereka harus bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan, jika tidak, beban keuangan akan meningkat secara bertahap.
What’s the difference between working in an international company and working in a domestic one?Apa perbedaan antara bekerja di perusahaan internasional dan bekerja di perusahaan domestik?
Well, that’s pretty hard to say because I haven’t worked in an international company before. I guess those who work in an international environment have to collaborate with people coming from different cultures. It may be a chance for them to learn new things from each other, but also a challenge since there will be differences in the way they work or even in their mindset. Like, Asian people are said to be more likely to sugarcoat everything while those coming from Europe may be a bit more straightforward.Yah, itu cukup sulit untuk dikatakan karena saya belum pernah bekerja di perusahaan internasional sebelumnya. Saya kira mereka yang bekerja di lingkungan internasional harus berkolaborasi dengan orang-orang yang berasal dari budaya yang berbeda. Ini mungkin kesempatan bagi mereka untuk belajar hal-hal baru satu sama lain, tetapi juga merupakan tantangan karena akan ada perbedaan dalam cara mereka bekerja atau bahkan dalam pola pikir mereka. Misalnya, orang Asia dikatakan lebih mungkin untuk melapisi segalanya dengan gula, sementara mereka yang berasal dari Eropa mungkin sedikit lebih lugas.
 Practice Online Practice Online